Wanita Asal Chili Pecahkan Rekor Berenang Jarak Jauh di Laut Antartika

warta-online.com/ – Barbara Hernandez (37) asal Chili memecahkan rekor berenang dengan jarak paling jauh di laut Antartika . Barbara berenang sejauh lebih dari 1,5 mil (2) dalam waktu 45 menit 50 detik pada Minggu, 5 Februari 2023. Tujuan aksinya ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan perlunya melindungi samudera.

Barbara berenang dalam suhu air 35,9 derajat fahrenheit (2,17 derajat celcius) tanpa pakaian selam atau pelindung lainnya. Dalam video yang beredar, ia hanya menggunakan baju dan topi renang sederhana. Dia menembus gelombang es di Chile Bay, Pulau Greenwich, Semenanjung Antartika .

“Pemulihannya cukup kompleks karena saya mengalami hipotermia cukup parah. Suhu tubuh saya mencapai 27 derajat celcius. Untuk berenang dalam kondisi ini diperlukan persiapan yang matang, bukan hanya fisik tapi juga mental. Selama tiga tahun saya berlatih keras untuk dapat melakukan ini,” ujarnya dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Reuters.

Setelah melakukan aksinya, ia berada di atas kapal Angkatan Laut Chili di Antartika untuk meningkatkan kesadaran. Sebelumnya, Barbara berpengalaman memecahkan rekor dunia dengan berenang tercepat melalui jalur Drake di Chili selatan.

Sebagai anggota kelompok pemimpin Antartika yang menyerukan perlindungan laut lebih besar di wilayah tersebut, dia telah menyerukan para pemimpin dunia untuk bertindak guna memastikan konservasi samudera dan benua dalam pertemuan yang akan berlangsung di Santiago, Chili pada Juni 2023.

“Saya sangat senang dan lega karena semuanya berjalan dengan baik. Berenang di Antartika telah menjadi impian saya selama bertahun-tahun dan bagian dari ambisi lama saya untuk berenang di tujuh samudera di dunia”

“Secara fisik memang sulit, tetapi semuanya terbayarkan jika pesan tentang perlunya tindakan segera untuk melindungi perairan yang menakjubkan ini sampai ke para pembuat keputusan,” ucapnya.

Saat ini, tiga proposal perlindungan laut berskala besar sedang dibahas oleh badan internasional yang bertanggung jawab untuk melestarikan perairan Antartika .

Proposal ini telah disetujui selama bertahun-tahun, tetapi geopolitik menghambat kemajuan dengan China dan Rusia yang belum ikut serta. Untuk mengatasi kebuntuan tersebut, akan dadakan pertemuan pada 19-23 Juni 2023 di Chili.

“Keberanian yang ditunjukkan Barbara dalam melakukan renang atas nama perlindungan Samudera Antartika ini sungguh menginspirasi. Dia mempertaruhkan nyawanya untuk mendapatkan kesadaran yang lebih besar terhadap masalah di wilayahnya,” tutur Direktur Eksekutif Koalisi Antartika Claire Christian.***