Rubel menguat, permintaan eksportir imbangi minyak yang lebih lemah

warta-online.com/ – Rubel Rusia menguat tipis terhadap dolar dan euro pada awal perdagangan Rabu, karena permintaan dari eksportir yang menjual pendapatan mata uang asing mengimbangi harga minyak yang lebih rendah.

Pada pukul 07.30 GMT, rubel menguat 0,14 persen terhadap dolar menjadi diperdagangkan pada 69,70, dan naik 0,19 persen terhadap euro pada 74,76. Rubel juga menguat 0,25 persen terhadap yuan China, diperdagangkan pada 10,25.

Minyak mentah Brent, patokan global untuk ekspor utama Rusia, turun 0,6 persen menjadi 79,62 dolar AS per barel karena ketidakpastian ekonomi menghidupkan kembali kekhawatiran tentang permintaan.

Setelah menghabiskan waktu yang lama tahun lalu sebagai mata uang dengan kinerja terbaik di dunia, rubel Rusia telah berada di bawah tekanan sejak Desember karena batas harga minyak Barat dan embargo Uni Eropa memukul ekspor minyak mentah negara itu.

“Secara keseluruhan, situasi mendukung mata uang Rusia karena periode yang lebih singkat bagi eksportir yang mengubah pendapatan asing untuk pembayaran pajak,” kata analis Otkritie Investment, Andrey Kochetkov.

Pasar saham Rusia juga menguat. Indeks RTS berdenominasi dolar naik 0,59 persen menjadi diperdagangkan pada 980,25 poin pada pukul 07.45 GMT, sedangkan indeks MOEX Rusia berbasis rubel naik 0,28 persen menjadi diperdagangkan di 2.165,65 poin.