Instagram Mulai Luncurkan Fitur Paid Subscriptions

warta-online.com/ – NESABAMEDIA.COM – Pada bulan November tahun lalu, Instagram terlihat sedang mengerjakan sebuah fitur Paid Subscription atau pelanggan berbayar yang baru. Fitur ini sekarang telah mulai diluncurkan ke sejumlah content creator di Amerika Serikat, sebagai bagian dari program pengujian awal.

Meta berencana untuk memperluas ketersediaan fitur ini ke lebih banyak content creator selama beberapa bulan ke depan, jika semuanya berjalan dengan lancar.

Fitur Paid Subscriptions atau pelanggan berbayar ini akan bekerja mirip dengan fitur Super Follows di Twitter. Content Creator dapat menarik biaya kepada penggemar atau pengikut mereka untuk sebuah konten yang dibuat secara eksklusif. Ini bisa berupa apa saja mulai dari siaran langsung khusus, hingga cerita eksklusif, yang nantinya akan diberikan sebuah tanda berupa cincin berwarna ungu.

Selain itu, mereka yang telah membayar akan bisa mendapatkan lencana ungu khusus yang akan membedakan mereka dari pengikut lain dengan status biasa di kolom komentar dan pesan. Ini akan memungkinkan content creator untuk mengidentifikasi pengikut berbayar mereka.

Berbicara mengenai biaya dan harga, Instagram menawarkan beberapa pilihan berlangganan hingga delapan level, mulai dari $0,99 (Rp14 ribuan) hingga $99,99 (Rp1,4 jutaan) per bulan. Pilihan biaya ini akan memungkinkan para content creator untuk menetapkan biaya bulanan yang mereka rasa sesuai untuk content yang akan mereka bagikan.

Pengguna akan bisa berlangganan atas content creator favorit mereka lewat tombol ‘Subscribe’ yang ada di halaman profil masing-masing. Untuk pembayarannya, transaksi bisa dilakukan melalui pembelian dalam aplikasi (in-app purchases) baik untuk aplikasi Android maupun iOS.

Instagram saat ini tidak berencana untuk mengambil komisi apapun dari pendapatan Paid Subscriptions content creator, setidaknya hingga sampai dengan tahun 2023 mendatang.

“Tujuan utama kami di sini adalah membantu para content creator untuk mendapatkan pendapatan dan nafkah. Kami mencoba memikirkan semua cara agar kami bisa membangun produk monetisasi jika itu memang memungkinkan,” ungkap wakil kepala produksi Instagram Ashley Yuki.

Dalam bentuknya yang sekarang ini, fitur Subscription di Instagram itu tidak menawarkan dashboard analitik apapun untuk para pembuat konten. Perusahaan juga tidak mengizinkan para pembuat konten untuk mengekspor daftar pelanggan mereka atau data sejenis. Namun mereka bisa melihat jumlah total pelanggan, pelanggan baru, pembatalan dan total pendapatan dari halaman pengaturan.

    Pernah menjadi jurnalis dan juga Social Media Manager di Merdeka.com selama lebih dari 2 tahun, sebelum akhirnya mengerjakan sejumlah proyek website yang dioptimasi dan dimonetisasi Google Adsense.

    Kini sedang aktif dalam pembuatan konten Youtube dokumenter bertema sosial serta menjadi penulis konten untuk sejumlah website.